BOGOR, LINTARAYA NEWS - Upaya mengungkap skandal internal kepolisian nyaris berujung maut bagi dua jurnalis Lintaraya News, adeyid dan khalil_akunkedua. Keduanya diculik dan disandera oleh kelompok tak dikenal di sebuah rumah persembunyian dekat Stadion Pajajaran, Minggu (04/01/2026). Penculikan ini diduga kuat sebagai intimidasi terkait pemberitaan investigasi pelecehan seksual yang sedang mereka dalami.
Dalam rekaman situasi yang berhasil didokumentasikan, kedua jurnalis yang mengenakan baju polo putih seragam Lintaraya News terlihat dalam posisi menyerah di bawah todongan senjata laras panjang.
Situasi mencekam berlangsung selama beberapa jam. adeyid sempat berbisik mengeluhkan kondisi fisiknya yang mulai menurun akibat tekanan psikologis. "Tangan saya gemeter kedinginan," ujarnya pelan, mencoba menenangkan diri di tengah ketidakpastian nasib.
Beruntung, sinyal darurat berhasil terdeteksi oleh satuan elit kepolisian. Korps Brimob Gegana segera meluncurkan operasi pembebasan taktis. Dengan menggunakan kendaraan lapis baja SUV hitam berlogo "GEGANA", pasukan penyerbu melakukan pengepungan perimeter yang presisi.
Operasi penyelamatan berlangsung cepat dan senyap (silent operation). Pasukan khusus mendobrak masuk, melumpuhkan ancaman, dan mengevakuasi kedua jurnalis ke zona aman di area parkir stadion.
"Terimakasih pak," ucap adeyid dan khalil_akunkedua dengan lega saat dievakuasi keluar dari zona merah, mengapresiasi respons cepat aparat yang menyelamatkan nyawa mereka dari eksekusi.
Foto bersama setelah dua jurnalis Lintaraya berhasil diselamatkan hidup-hidup. (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Insiden ini menjadi bukti nyata risiko tinggi jurnalisme investigasi, sekaligus menunjukkan kesiapan satuan Gegana dalam menanggulangi ancaman teror terhadap warga sipil dan awak media.



