SURABAYA, LINTARAYA NEWS - Dugaan insiden pelecehan seksual verbal mencoreng lingkungan internal kepolisian pada Kamis (01/01/2026) malam. Sejumlah oknum berpangkat Calon Tamtama (Catam) yang menamakan diri kelompok "Raider" diduga melakukan pelecehan secara masif dan terkoordinasi melalui saluran komunikasi resmi internal.
Berdasarkan transkrip percakapan yang diperoleh redaksi, insiden bermula sekitar pukul 21.14 WIB ketika oknum berinisial 2ywc5x melontarkan kalimat bernuansa seksual. Situasi kemudian meningkat pada pukul 21.17 WIB, saat muncul ungkapan "info tok*t besar", yang dinilai sebagai bentuk objektifikasi seksual terhadap personel wanita (Polwan).
Tak lama berselang, oknum lain berinisial haiseleb82828 menuliskan kalimat "INFO NANASOJU", yang secara langsung mengarah kepada Plt Asisten SDM, nanasojuu. Pernyataan tersebut memicu respons tegas dari jajaran pejabat. PLT AS SDM nanasojuu menyatakan akan membawa kasus ini ke Wabprof (Sidang Pertanggungjawaban Profesi), mekanisme etik yang dapat berujung pada sanksi berat.
Sejumlah personel yang berada di saluran tersebut turut mengecam tindakan para oknum. Salah satunya, OBRINALEXANDERMANTAP, menilai percakapan itu telah melampaui batas candaan. "Udah masuk pelecehan itu. Jujur lu becanda tapi gak lucu," ujarnya. Personel lain juga menyoroti adanya unsur pornografi (4n0) verbal dalam percakapan tersebut.
Berdasarkan log channel off-duty yang kami periksa, tidak ditemukan bukti langsung pesan objektifikasi terhadap Plt Asisten SDM. Beberapa terduga mengklaim pesan sensitif telah dihapus, sehingga verifikasi independen sedang berlangsung.
Pengumuman himbauan dari Gubernur Akpol. (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Pasca mencuatnya dugaan pelanggaran etika tersebut, pimpinan server turut menyampaikan imbauan umum kepada seluruh anggota agar menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku.



