MARGABUWANA, LINTARAYA NEWS - Korlantas PolriRBX memimpin rangkaian operasi hari ketiga Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Nusantara 2025–2026” dengan skenario penyergapan kendaraan target di Gerbang Tol Batara Kresna, Senin (29/12/2025), sore. Operasi ini melibatkan personel gabungan Lalu Lintas, Sabhara, Brimob, Propam, serta unsur TNI dan tim medis.
Briefing taktis digelar lebih dulu. Dalam arahan lapangan, unit Lalu Lintas dan Sabhara ditempatkan sebagai barikade lapis pertama tepat di depan palang tol, sementara Brimob disiagakan sebagai unit sergap tersembunyi di bilik loket. Unsur Polairud bertugas mengunci sektor belakang untuk menutup jalur kabur.
"Tugas hari ini tuh barikade lapis satu. Jadi kalian paling depan. Kalian standby tepat di depan palang loket, di depan pintu masuk," ujar Ipda. aloxforge selaku KAOPSPUS, dalam briefing, Senin (29/12/2025).
Para personel berbaris dengan rapi untuk mendengarkan arahan dari KAOPSPUS. (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Skenario penyergapan diarahkan pada dua kendaraan target, Fortuner hitam dan Vios, yang disimulasikan bergerak menuju gerbang tol. Setelah target terjepit dari dua arah, pasukan diperintahkan menutup total akses keluar-masuk. Dukungan udara turut disiapkan.
"Nanti mungkin ada beberapa bisa pakai helikopter. Nanti saya ada tuh, si Khalil ya," kata KAOPSPUS, menegaskan penggunaan aset udara.
Dalam susunan operasi, Brimob ditugaskan sebagai penindak utama. Propam ditempatkan di ring satu untuk mengawasi prosedur dan pengamanan barang bukti, sementara unsur reserse berperan secara tertutup untuk tahapan negosiasi pasca-penindakan.
"Propam itu pengawas dan penjaga barang bukti. Standby di ring satu dekat reserse. Tugasnya memastikan semua tindakan anggota sesuai prosedur," ujarnya.
Suasana penyergapan kendaraan target di Gerbang Tol Batara Kresna dalam Operasi Lilin Nusantara 2025-2026 hari ketiga. (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Lintaraya News berada di lokasi sejak awal kegiatan. Wartawan Lintaraya News (adeyid), melakukan peliputan penuh mulai dari briefing hingga pemindahan tersangka ke SITE RI 1, fasilitas pengamanan tingkat tinggi yang digunakan dalam skenario operasi.



