BOGOR, LINTARAYA NEWS - Halaman Istana Negara Bogor menjadi saksi lahirnya 9 Perwira muda Polri masa depan. Dalam upacara khidmat yang digelar Sabtu (3/1/2026), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Cang, bertindak selaku Inspektur Upacara mewakili Presiden, secara resmi melantik lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 11 Tahun Anggaran 2025.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelantikan saat para wisudawan mengucapkan sumpah jabatan. Namun, pesan paling menohok datang dari amanat Mensesneg. Ia mengingatkan para perwira muda agar tidak terlena dengan pangkat baru di pundak mereka.
"Pelanggaran itu meskipun hanya sebatas pelanggaran ringan, akan tetapi bisa mengakar hingga pelanggaran berat. Itu adalah tujuh dosa besar seorang Taruna," tegas Mensesneg KacangGoyeng6574 di hadapan barisan perwira.
Inspektur upacara memberikan amanat pada upacara Pelantikan Perwira remaja angkatan XI. (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati. Jika sejak masa pendidikan sudah terbiasa melanggar, maka kepemimpinan masa depan akan terancam. "Jika seorang Taruna saja pelanggaran ringan terlalu banyak, apa yang terjadi bilamana ia menjadi seorang pemimpin besar?" lanjutnya retoris.
Upacara sempat diwarnai sedikit ketegangan akibat gangguan teknis dari pihak luar (Exploiter) yang mencoba mengacaukan jalannya acara. Namun, berkat kesigapan panitia dan sistem keamanan, gangguan tersebut berhasil dinetralisir dalam hitungan detik tanpa mengurangi kekhidmatan prosesi.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden VinSparrow, Gubernur Akpol Irjen Pol. mrkapoksYTid, serta jajaran petinggi TNI-Polri lainnya.



