SURABAYA, LINTARAYA NEWS - Aula Markas Besar TNI AL mendadak berubah fungsi, Rabu (30/12/2025). Bukan untuk gelar pasukan, melainkan untuk ajang pembuktian bakat terpendam dalam gelaran "Navy Got Talent 2025 Day 2". Personel militer hingga warga sipil bergantian naik panggung, menanggalkan atribut kaku demi tepuk tangan juri.
Sorotan utama jatuh pada penampilan RI 3 Ibu Negara, nindya_tata34. Tampil elegan dengan topi lebar berhias bulu, ia nekat menyanyikan lagu opera sulit "All I Ask of You" tanpa iringan musik (minus one).
"Jadi saya manual aja, saya gak pakai minus one dari bot karena takut temponya kecepetan atau kelambatan," ujar Ibu Nindya di atas panggung.
Suara soprannya sukses menyihir penonton. "Lagu ini tentang cinta yang memberikan rasa aman dan kebebasan dan ingin menjadi tempat bernaung bagi orang yang dicintainya," tambahnya sebelum mulai bernyanyi.
Suasana haru kemudian berubah menjadi gelak tawa saat Sersan Dua paw8f naik panggung. Bukan menyanyi, Bintara ini memilih jalur stand-up comedy dengan materi tebak-tebakan receh yang tak terduga.
"Kenapa motor itu lucu? Karena ada 'Jok'-nya," celoteh paw8f dengan gaya bicara cepat. Belum sempat penonton bernapas, ia melempar punchline berikutnya. "Pedagang apa yang banyak wawasannya? Tukang gorengan. Karena banyak 'Tahu'-nya," lanjutnya.

Di sisi lain, nuansa romantis dibawa oleh peserta bernama Jann5844. Membawakan lagu "Penjaga Hati", ia mendedikasikan liriknya untuk seseorang yang spesial. "...tujuh laut samudra, gunung himalaya itu demi cinta dan janji untuk tidak akan pernah melepaskannya dari saya," ucap Jann5844 penuh penghayatan.
Meski begitu, acara tidak lepas dari kendala teknis. Beberapa peserta sempat mengalami gangguan audio. Juri Danpuspenerbal, charles_nob, tetap memberikan apresiasi objektif meski suara peserta timbul-tenggelam.
"Kamu udah pede, bagus, udah percaya diri. Tapi ya sayang mungkin lagi nasib ya mic-nya gak kedengeran sama sekali," komentar charles_nob kepada salah satu peserta.
Acara ini ditutup dengan apresiasi tinggi dari para juri, termasuk yomiism dan randu (WadanPMPP TNI), yang menilai keberanian mental para peserta jauh lebih mahal daripada sekadar teknik semata.



