Operasi Lilin Nusantara Hari Keempat Berujung Tragis: Penyanderaan Massal di Restoran Mektod Tewaskan Sejumlah Sandera, Pelaku Diamankan

MARGABUWANA, LINTARAYA NEWS - Operasi pengamanan Ops Lilin Nusantara 2025–2026 hari keempat di wilayah Margabuwana berubah mencekam setelah skenario pengamanan berujung penyanderaan massal di Restoran Mektod (McDonald), Selasa (30/12/2025). Aparat gabungan, termasuk Korlantas Polri, langsung melakukan pengepungan dari berbagai sisi.


Peristiwa bermula dari apel dan patroli rutin di halaman Mapolres Margabuwana. Konvoi pengamanan bergerak menuju sejumlah pos, termasuk gerbang tol Batara Kresna, sebelum muncul informasi adanya serangan terhadap iring-iringan. Situasi cepat meningkat. Jalur ditutup. Kendaraan dinas diposisikan sebagai barikade.


Sekitar sore hari, aparat menerima laporan adanya kelompok bersenjata menyandera warga sipil dan seorang jurnalis di Restoran Mektod. Di dalam gedung, sandera dipaksa tiarap. Ancaman dilontarkan terbuka. "KAMI MINTA NEGOTIATOR SEKARANG JUGA, KAMI SUDAH EKSEKUSI DUA ORANG," demikian pesan yang diterima aparat dari pelaku.


GambarSituasi di dalam Restoran Mektod saat penyanderaan massal berlangsung dalam skenario Ops Lilin Nusantara 2025-2026. (Foto: LINTARAYA/adeyid)


Di tengah kepanikan, suara sandera terdengar jelas. "SAYA MASIH PUNYA KELUARGA BANG!!" teriak mathshaterrrr, salah satu sandera. Sementara sandera lain, Amigos, sempat melontarkan kalimat yang kemudian jadi sorotan. "SAYA ORANG KAYA PAK… SAYA KASIH HARTA SAYA PAK ASAL DI LEPASKAN," ujarnya di hadapan pelaku bersenjata.


Jurnalis adeyid, yang berada di lokasi untuk peliputan, ikut terjebak bersama sandera. Ia berulang kali menegaskan identitasnya. "Saya media," ucapnya, sambil terus merekam situasi di dalam gedung.


Aparat gabungan bergerak bertahap. Korlantas Polri mengendalikan jalur dan perimeter, memastikan tidak ada pergerakan keluar-masuk kawasan. Perintah taktis dikeluarkan. "PERCEPAT GERAK PASUKAN, KEPUNG DARI SEGALA SISI," demikian instruksi yang diterima di lapangan.


Upaya negosiasi berjalan alot dan berakhir gagal. Kondisi sandera memburuk. Berdasarkan catatan Lintaraya News, seluruh sandera dinyatakan tewas, kecuali jurnalis adeyid yang selamat. Ia berhasil keluar dari lokasi dalam kondisi hidup.


GambarSalah satu pelaku di tangkap dan di amankan oleh aparat. (Foto: LINTARAYA/adeyid)


Pasca-insiden di Mektod, pengejaran dilakukan. Para pelaku tidak ditangkap di lokasi awal, melainkan diamankan satu per satu di titik berbeda di wilayah Margabuwana. Aparat memastikan seluruh pelaku telah berada dalam pengamanan.

← KEMBALI KE HALAMAN UTAMA

Berita Terpopuler